02/09/15

Review Prosesor Intel Atom x3 / SoFIA / Smart or Feature Phone with Intel Architecture




Bulan Maret 2015, Intel selaku salah satu produsen chipset terbesar di dunia telah mengumumkan prosesor terbarunya yaitu seri prosesor Intel Atom x3 atau yang diberi nama kode “SoFIA” ( Smart or Feature Phone with Intel Architecture). 


SoFIA digadang-gadang sebagai salah satu senjata utama Intel untuk menghadapi pertarungan sengit di dunia prosesor perangkat mobile. 

Berikut lima fakta menarik seputar prosesor Intel yang bernama SoFIA tersebut:
1. Arsitektur 64-bit
Prosesor SoFIA ikut meramaikan generasi prosesor perangkat mobile selanjutnya yang memiliki arsitektur 64-bit. Apa saja kelebihan arsitektur 64-bit dibandingkan arsitektur generasi sebelumnya yakni 32-bit? Banyak.
Prosesor 64-bit bisa memberikan dukungan kapasitas RAM empat kali lebih besar dibandingkan prosesor 32-bit. Prosesor dengan arsitektur 32-bit hanya mendukung RAM dengan kapasitas hingga 4 GB. Sedangkan prosesor 64-bit bisa mendukung kapasitas RAM maksimal hingga 16 GB.
Secara performa, arsitektur prosesor 64-bit dinilai lebih efisien dan lebih cepat dibandingkan prosesor 32-bit. Android Lollipop pun sudah dioptimisasikan untuk prosesor 64-bit, dan itu juga akan ikut membantu membuat seluruh pengalaman menggunakan ponsel pintar (smartphone) Android dengan prosesor 64-bit jadi lebih menyenangkan.
2. Efisien dalam hal harga dan ruang
Prosesor SoFIA merupakan prosesor Intel yang mengintegrasikan modem 3G dengan prosesornya (dinamakan system on chip atau SoC). Berkat hal ini, prosesor SoFIA bisa menekan biaya produksinya, serta lebih hemat ruang. Dengan begitu, produsen smartphone dapat menciptakan ponsel pintar dengan harga terjangkau dan dengan ukuran bodi yang ramping.
3. Memiliki tiga versi
Seri prosesor Intel Atom x3 memiliki tiga versi yang berbeda: prosesor Intel Atom 3x-C3130 (SoFIA 3G), prosesor Intel Atom x3-C3230RK (SoFIA 3G-R), dan prosesor Intel Atom x3-C3440 (SoFIA LTE). Berikut ialah tabel perbandingan ketiga versi:
 


Perlu diingat bahwa walaupun SoFIA 3G “hanya” merupakan prosesor dua inti (dual-core) dengan kecepatan 1.0 GHz, kemampuannya sudah bisa melebihi prosesor empat inti (quad-core) dari merek lainnya. Berdasarkan pengujian internal Intel dan tolak ukur MobileXPRT, prosesor dual-core SoFIA 3G memiliki performa 1,5 kali lebih baik dibandingkan prosesor quad-core MediaTek MT6582 dengan kecepatan hingga 1.3 GHz dan prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 200 berkecepatan 1.2 GHz.
Ini bisa terjadi karena prosesor SoFIA menggunakan arsitektur generasi terbaru yakni 64-bit dibandingkan dengan prosesor lainnya yang memiliki arsitektur 32-bit.
4. Diciptakan di Singapura
Walaupun Intel merupakan perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat, ternyata otak di balik pengembangan prosesor SoFIA berada dekat dari Indonesia, yakni negara tetangga Singapura. Loh Thiam Wah, head of engineering platform group di divisi wireless research and development Intel, mengatakan kepada CNET bahwa ponsel pertama yang orang-orang beli saat ini ialah sebuah smartphone. Dan di segmen ini, pasar membutuhkan solusi terintegrasi seperti prosesor SoFIA.
5. Akan menyasar Internet of Things


Sumber gambar: Pixabay
Sederhananya, Internet of Things (disingkat IoT) merupakan obyek fisik yang dibenamkan teknologi seperti software, sensor, dan elektronik agar dapat terhubung dengan perangkat lainnya. Contohnya, nantinya semua perangkat elektronik di rumah seperti lampu, AC, pembuat kopi akan bisa terhubung ke internet, dan digerakkan menggunakan satu perangkat mobile saja seperti sebuah smartphone.
Intel mengumumkan bahwa mereka berencana meluncurkan sejumlah varian SoFIA lainnya yang memiliki asupan energi super rendah yang cocok digunakan untuk perangkat IoT. Intel menjamin bahwa prosesor SoFIA untuk IoT mereka nantinya akan sangat tangguh; paling tidak bisa bertahan hidup antara 7 hingga 10 tahun, dapat melewati suhu ekstrim antara minus 40 hingga 85 derajat Celcius, dan bertahan dalam segala jenis cuaca.

sumber :

1 komentar:

Rosnida Zainab mengatakan...

Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..